24 July 2015

Steven Adler

--Steven Adler--
Part 2

- Setelah kepergiannya dari GN'R, menurut Steven, dia disiapkan untuk bergabung dengan AC/DC dan pindah ke Australia. Tetapi pada saat MTV Video Music Awards di September 1990, Axl mengumumkan pemecatan Steven dan men-cap Steven sebagai junkie. Hal itu kemudian memicu manajer AC/DC menarik kembali tawarannya. Steven pun kemudian membangun kembali Road Crew dengan beranggotakan mantan anggota Vain yaitu vokalis Davy Vain, gitaris Jamie Scott, bassis Ashley Mitchell, dan gitaris Shawn Rorie. Mereka berhasil merekam sebuah album yang menarik minat sebuah major label, tetapi dikarenakan problem akan drugs yang berkelanjutan Steven, band itu pun bubar.
Steven pun kemudian memasuki masa kelam yang berujung dengan mengasingkan dirinya sendiri dari dunia industri musik. Steven kemudian mengatakan 'saya berharap saya dapat mengatakan bahwa saya melakukan perbaikan yang besar terhadap diri saya sendiri, tetapi yang sebenarnya saya lakukan hanyalah duduk di sofa dalam keadaan mabuk dan tv menonton saya. Itu adalah masa-masa yang sangat berat'.
Pada Juli 1991, setahun setelah Steven berhenti dari GN'R, Steven mengajukan tuntutan hukum kepada mantan rekan-rekannya di GN'R, dalam tuntutan itu dikatakan bahwa rekan-rekannya telah mengganggu konsentrasinya dalam mendapatkan Opiate (obat yang ditujukan untuk menghalangi sakau). Steven juga menyatakan bahwa kontrak yang dibuat agar dia mendatanganinya adalah untuk mengambil semua keuntungan finansial yang dia dapatkan dari GN'R dengan berkata, 'saya diharuskan untuk membayar denda $2000 setiap kali saya memakai heroin.., yang sebenarnya kontrak itu ingin katakan adalah GN'R membayar saya $2000 untuk pergi. Mereka mengambil semua royalti saya, semua kredit yang pernah saya tulis. Mereka tidak lagi menyukai saya dan mereka ingin saya pergi'.
Kasus itu selesai pada tahun 1993, dan Steven menerima cek pembayaran kembali senilai $2.250.000 dan juga mendapatkan 15% royalti untuk semua yang pernah dia rekam bersama GN'R sebelum dia berhenti.
Steven mengalami koma dan kemudian menderita stroke pada tahun 1996 setelah menyuntikan campuran kokain dan heroin yang disebut 'speedball' ke nadinya.. Yang berakibat cacat sementara pada bagian muka sebelah kiri menyebabkan dirinya mengalami kesulitan dalam berbicara. Pada tahun selanjutnya, Steven didakwa karna kasus mengganggu ketertiban umum dengan melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan yang tinggal bersama Steven. Steven diganjar hukuman 4 hari penjara, 3 tahun masa percobaan, dan diharuskan melakukan konseling atas narkoba.
Pada Juni 1998, Steven bergabung dalam pembentukan kembali band yang bernama BulletBoys bersama bakal gitaris GN'R, DjAshba. Grup tersebut merekam sebuah album dan mengumumkan rencana tur bersama Pussycat, Bang Tango, dan Enuff Z'nuff. Akan tetapi kembalinya Steven ke dunia industri musik kembali dicemari oleh kasus hukum yang sama seperti di tahun 1996. Kali ini Steven dijatuhi hukuman 150 hari penjara, 3 tahun masa percobaan, dan pelarangan untuk memakai narkoba.
Steven kembali membentuk sebuah band yang bernama Suki Jones, tapi kemudian diganti dengan nama Adlers Appetite, dengan vokalis Jizzy Pearl, gitaris Keri Kelli, gitaris Brent Muscat, dan bassis Robby Crane. Band ini sempat tur di Amerika dan Eropa, dan kebanyakan membawakan lagu dari album Appetite For Destruction, Aerosmith, Led Zeppelin, dan Queen. Pada bulan September, ketika band itu tampil di sebuah klub yang bernama Key Club di Hollywood, Slash dan Izzy Stradlin tampil sebagai bintang tamu membawakan lagu Mr. Brownstone, Paradise City, dan Knockin on Heavens Door. Di klub yang sama pada Juli 2007 dalam sebuah acara memperingati 20 tahun album Appetite For Destruction, band ini tampil bersama Izzy stradlin dan Duff McKagan. Slash sebenarnya hadir pada acara tersebut, tapi dia menolak ikut tampil bersama untuk menghindari adanya persepsi tentang reuni GN'R.
Di tahun-tahun berikutnya, Steven sempat ikut tampil dalam beberapa episode acara tv yang bertemakan tentang rehabilitasi narkoba. Steven sempat terlibat cekcok dengan beberapa pemeran dalam acara tersebut yang memaksa dia akhirnya harus kembali berurusan dengan masalah hukum.
Steven sempat berkolaborasi bersama Slash dalam proyek album solonya pada bulan April. steven tampil pada track 'Baby Can't Drive' bersama Flea bassis dari Red Hot Chilli Paper, Alice Cooper, dan Nicole Scherzinger. Dan pada bulan juli, Adler's Appetite merilis single 'Alive', membarengi peluncuran autobiografi Steven yang diberi judul 'My Appetite For Destruction : Sex, Drugs, and Guns N' Roses'. Pada bulan Desember kembali merilis 2 single yang berjudul 'Stardog' dan 'Fading'.
Hingga pada tahun 2011, Steven kembali ke dunia industri musik.. Kali ini Steven membentuk sebuah band dengan nama yang sederhana, Adler. Dengan gitaris Lonny Paul, vokalis-gitaris Jacob Buntom, dan bassis Jhonny Martin. Albumnya yang diberi judul 'Back From The Dead' dirilis pada 26 November 2012 lewat New Ocean Media. Didahului dengan peluncuran single lewat iTunes pada 10 April yang berjudul 'The One That You Hated'.
Pada April 2012, pada malam dimana Steven di-induksi pada Rock N' Roll Hall of Fame sebagai mantan anggota Guns N' Roses, Steven naik ke panggung bersama beberapa mantan anggota yang lainnya, disitu dia merasa 'ini merupakan sebuah kebanggaan dan mimpi yang menjadi kenyataan'.
Pada akhir Oktober hingga awal November 2012, Adler tampil di Kiss Kruise, sebuah kapal pesiar yang berlayar dari Florida ke Bahama, pertunjukan itu tercatat sebagai penampilan Adler pertama kali secara live. Pada tahun selanjutnya, tur keliling Amerika yang telah direncanakan terpaksa di batalkan karena Steven harus kembali menjalani proses rehabilitasinya.
Pada fans page resmi Steven, tercatat bahwa Steven sempat berperan pada sebuah film komedi yang berjudul 'What Now' yang beredar di iTunes, GooglePlay, pada tanggal 2 April 2015. Kemudian yang terbaru adalah pertujukan seni Steven yang bertajuk '50 debut Art Collection by Steven Adler; Forgotten Saints'

Sekian para Gunner, sebuah catatan tentang Steven Adler, mantan drummer dari Guns N' Roses.
Semoga dapat bermanfaat..

23 July 2015

Steven Adler

--Steven Adler--
Part 1.

Dilahirkan dengan nama Michael Coletti pada 22 Januari 1965 di Cleveland, Ohio, Amerika.
Ayahnya adalah warga Amerika keturunan Italia yang pergi meninggalkan ibunya yang seorang warga Amerika keturunan Yahudi yang kemudian membawanya pindah ke Los Angeles. Setelah ibunya menikah lagi dengan Melvin Adler, namanya diganti menjadi Steven Adler. Steven memiliki kakak yang bernama Kenny dan adik tiri yang bernama Jamie.
Besar di kawasan San Fernando Valley hingga umur 13 tahun, kemudian dia dikirim ke rumah kakek dan neneknya di Hollywood karna kelakuannya yang buruk. Pada saat dia hampir mengalami kecelakaan ketika sedang bermain skateboard di Bancroft Junior High School, dia diselamatkan oleh seorang anak yang kemudian menjadi sahabatnya. Anak itu bernama Saul Hudson yang akhirnya berganti nama menjadi Slash. Setelah kelas 9, Steven kembali ke rumah orang tuanya untuk melanjutkann sma dimana dia mulai belajar bermain drum.
Pada tahun 1983, Steven dan Slash membentuk sebuah band yang diberi nama 'Road Crew', terinspirasi oleh lagu dari grup Motorhead yang berjudul '(we are) The Road Crew'.
Ketika mereka memasang iklan di koran untuk mencari pemain bass, Duff datang bergabung. Salah satu vokalis yang sempat ikut audisi untuk grup ini adalah vokalis dari grup Black Flag, Ron Reyes. Mereka sempat mengolah beberapa materi lagu yang salah satunya merupakan riff utama pada lagu Rocket Queen.
Slash kemudian meninggalkan Road Crew karna tak kunjung menemukan vokalis dan juga karna kemalasan Steven dalam bermusik jika dibandingkan dengan dirinya dan Duff.

Dan kemudian, Steven bergabung dengan Hollywood Rose dengan vokalis Axl Rose dan gitaris Izzy Stradlin.
Pada Juni 1985, Steven bergabung dengan GN'R yang dibentuk oleh Axl dan Izzy untuk menggantikan beberapa orang anggota L.A Guns yang keluar. Lalu Slash dan Duff ikut bergabung untuk melengkapi.
GN'R aktif bermain di beberapa klub malam seperti Whisky A Go Go, The Roxy, dan The Troubador dan juga menjadi pembuka pada beberapa event hingga akhirnya berhasil mendapatkan kontrak bersama Geffen Records dengan uang muka 75.000 dolar.
Pada Juli 1987, GN'R merilis album Appetite For Destruction, dan mulai meraih kesuksesan yang membuat Steven semakin kecanduan terhadap drugs. Di tahun yang sama di bulan Desember, saat sedang tur bersama Alice Cooper, Steven mematahkan tangannya sendiri karna memukul tiang lampu jalan setelah perkelahian di sebuah bar. Dia pun terpaksa digantikan sementara oleh Fred Courry dari grup Cinderella.
Di Januari 1989 pada acara American Music Award, Steven absen lagi dan digantikan oleh Don Henley karna flu tetapi kemudian terungkap bahwa Steven sedang menjalani terapi rehabilitasi ketergantungan narkoba.
Ketika GN'R tampil sebagai pembuka konser Rolling Stones di bulan Oktober, Axl mengancam akan meninggalkan grup jika salah seorang anggota grup tidak berhenti 'dancing with mr. Brownstone'.
Pada awal 1990, Steven dipecat dari GN'R, tetapi kemudian dapat bergabung kembali setelah menandatangani kontrak yang isinya dia bersumpah untuk tidak menggunakan drug lagi.
Tetapi, ketika proses rekaman lagu Civil War, Steven terbukti tidak mampu mengontrol dirinya atas ketergantungannya terhadap drugs.., dia harus melakukan take berulang kali dengan hasil yang tidak maksimal walaupun telah dibantu dengan proses editing yang mengakibatkann teman-temannya mengalami kesulitan. Hal ini pun diperparah dengan dibatalkannya beberapa jadwal rekaman studio..
Ketika Slash dan Duff akhirnya menyerah dalam usaha mereka membantu Steven dalam hal ketergantungannya, Steven pun akhirnya resmi dipecat dari GN'R pada 11 Juli 1990. Penampilan Steven bersama GN'R yang terakhir adalah pada 7 April 1990 di acara Farm Aid IV.

To be continued....??

21 July 2015

Kumpulan ratusan gelar dan julukan penyanyi populer

Kumpulan ratusan gelar dan julukan penyanyi populer dari Amerika Serikat.

– America’s Greatest Rock and Roll Band (Aerosmith dan R.E.M)
– Architect of Rock and Roll (Les Paul dan Little Richard)
– Big Four of Grunge (Alice in Chains, Nirvana, Pearl Jam, Sound Garden)
– Big Four of Thrash (Anthrax, Megadeath, Metallica, Slayer)
– Chairman of the Board (Frank Sinatra)
– Crown Prince of Zydeco (Rockin’ Dopsie)
– Disney princess (Lindsay Lohan)
– Dukes of R&B (All-4-One)
– Empress of Soul (Gladys Knight dan Mary J.Blidge)
– Empress of the Blues (Bessie Smith)
– Father of Bluegrass (Bill Monroe)
– Father of Country Music (Jimmie Rodgers)
– Father of Death Metal (Chuck Schuldiner)
– Father of the Delta Blues (Charlie Patton)
– Father of the Texas Blues (Blind Lemon Jefferson)
– First Family of Soul (Five Stairsteps dan Jackson Five)
– First Lady of Country (Loretta Lynn dan Tammy Wynette)
– First Lady of Pop (Madonna)
– First Lady of Song (Ella Fitzgerald)
– First Lady of Southern Soul (Candi Staton)
– Goddess of Grunge (Courtney Love)
– Goddess of Pop (Cher)
– Godfather of Go-Go (Chuck Brown)
– Godfather of House (Frankie Knuckles)
– Godfather of Punk (Iggy Pop, Joey Ramone dan Lou Reed)
– Godfather of Rap (Gil Scott-Heron dan Rudy Ray Moore)
– Godfather of Rhythm and Blues (Johnny Otis)
– Godfather of Soul (James Brown)
– Godfathers of Pop Punk (New Found Glory)
– Godmother of Punk (Joan Jett dan Patti Smith)
– Grandfather of Rock and Roll (Robert Johnson)
– Hardest-working Man in Show Business (James Brown)
– High Priestess of Pop (Madonna)
– His Purple Majesty (Prince)
– His Royal Badness (Prince)
– Indie Rock Queen (Liz Phair)

– Ivory Queen of Soul (Teena Marie)

Daftar gelar dan julukan khusus penyanyi asal USA

– King of Calypso (Harry Belafonte)
– King of Country (Garth Brooks, George Jones, George Strait dan Roy Acuff)
– King of Freestyle (Stevie B)
– King of Hip Hop (Eminem)
– King of Jazz (John Coltrane dan Paul Whiteman)
– King of Parody (Weird Al Yankovic)
– King of Pop (Michael Jackson)
– King of Pop-Soul (R. Kelly)
– King of R&B (R. Kelly)
– King of Ragtime (Scott Joplin)
– King of Rap (Jay-Z, Kanye West, Kurtis Blow dan Snoop Dogg)
– King of Reggaetón (Daddy Yankee)
– King of Rock and Roll (Alan Freed, Bill Haley, Chuck Berry, Elvis Presley, Fats Domino dan Little Richard)
– King of Rock ‘n’ Soul (Solomon Burke)
– King of Rockabilly (Carl Perkins)
– King of Soul (James Brown, Otis Redding dan Sam Cooke)
– King of Swing (Benny Goodman)
– King of Tejano (Emilio)
– King of the Blues (B.B. King dan John Lee Hooker)
– King of the Jukebox (Dick Todd dan Lous Jordan)
– King of the Surf Guitar (Dick Dale)
– King of Zydeco (Clifton Chenier)
– Lady of Pop (Lady Gaga)
– Material Girl (Madonna)
– Mister Excitement (Jackie Wilson)
– Mr. Country Music (Red Foley)
– Prince of Darkness (Jared Leto)
– Prince of Motown (Marvin Gaye)
– Prince of Pop (Justin Timberlake)
– Prince of R&B (Chris Brown)
– Prince of Rock ‘N’ Roll (Ricky Nelson)
– Prince of Soul (Marvin Gaye)
– Prince of Wails (Johnnie Ray)
– Princess of Crunk & B (Ciara)
– Princess of Disco (Laura Branigan)
– Princess of Hip Hop Soul (Keyshia Cole)
– Princess of Pop (Beyoncé, Britney Spears, Christina Aguilerra, Dionne Warwick, Janet Jackson, Jessica Simpson, dan Madonna)
– Princess of R&B (Aaliyah)
– Princess of Rock and Roll (Lisa Marie Presley)
– Prom Queen of Soul (Whitney Houston)
– Queen B (Lil’ Kim)
– Queen of American Folk Music (Odetta)
– Queen of Broadway (Liza Minnelli)
– Queen of Christian Pop (Amy Grant)
– Queen of Country (Carrie Underwood, Dolly Parton, Kitty Wells, Loretta Lynn dan Reba McEntire)
– Queen of Disco (Donna Summer, Gloria Gaynor, Laura Branigan dan Sylvester)
– Queen of Disney (Hilary Duff)
– Queen of Folk (Joan Baez)
– Queen of Gospel (Mahalia Jackson)
– Queen of Hip Hop (Lil’ Kim, Mary J. Blige, dan Missy Elliott)
– Queen of Hip Hop Soul (Mary J. Blige)
– Queen of Hollywood (Liza Minnelli)
– Queen of Jazz (Ella Fitzgerald)
– Queen of Pop (Britney Spears, Janet Jackson, Lady Gaga, Madonna, Mariah Carey, dan Whitney Houston)
– Queen of R&B (Alicia Keys, Beyoncé, Janet Jackson, Mariah Carey, Mary J. Blige, dan Ruth Brown)
– Queen of Reinvention (Cher, Christina Aguilera, Madonna, dan Queen Latifah)
– Queen of Rock (Tina Turner)
– Queen of Rock and Roll (Courtney Love, Janis Joplin, dan Stevie Nicks)
– Queen of Shock Rock (Wendy O. Williams)
– Queen of Soul (Aretha Franklin)
– Queen of Tejano (Laura Canales, Lydia Mendoza, dan Selena)
– Queen of the Blues (Dinah Washington, dan Koko Taylor)
– R&B Princess (Monica)
– Rock God (Jared Leto)
– Soul Queen of New Orleans (Irma Thomas)
– Sweetheart of Pop (Hilary Duff)
– The Boss (Bruce Springsteen)
– The Most Dangerous Band in the World (Guns N’ Roses)
– The Underground Queen of R&B and Soul (Sy Smith)
– The Voice (Frank Sinatra, dan Whitney Houston)

Appetite for Destruction

Come back again... Hari ini mengenang album terfavorit yaitu Appetite for Destruction

Album yg paling fenomenal dalam sepanjang sejarah musik Rock yaitu Appetite for Destruction ini dirilis pada tanggal 21 Juli 1987 yg direkam di beberapa studio rekaman spt Rumbo Studio, Take One Studio, The Record Plant dan Can Am Studio. Lalu album ini diproduksi oleh Geffen Records dan diproduseri oleh Mike Clink. Sebenarnya banyak materi lagu yg sudah dikumpulkan Axl Rose, tapi semua diseleksi terlebih dahulu dan yg lainnya dimasukkan di album berikutnya.

Sebenarnya sudah ada materi lagu "You Could Be Mine", "Don't Cry" dan "November Rain", tapi ke 3 lagu tsb tidak lolos seleksi dan dimasukkan ke album berikutnya. Para personil GNR sepakat memasukkan lagu "Sweet Child O Mine" di album ini. Para personil GNR merekam lagu2nya di tempat studionya Daryl Dragon (Keyboardis Captain & Tennille). Sang produser bekerja sampai 18 jam dan Slash bekerja keras mencari melodian yg bagus sementara Axl Rose juga berlatih vokal.

Steven Adler pun belajar perkusi selama 6 hari karena Axl Rose ingin album ini terlihat sempurna. Beberapa personil juga menyumbangkan lagunya di album ini spt Duff McKagan di lagu "It's So Easy" dan Izzy Stradlin di lagu "Think About You". Dan banyak juga lagu yg dibuat bersama-sama kecuali Steven Adler yg ga menyumbang lagu satupun. Lagu "Anything Goes" diciptakan saat band ini masih bernama Hollywood Rose.

Lagu "Mr.Brownstone" menceritakan kisah tentang seorang narkoba, lagu "Out ta Get Me" menceritakan tentang hukum buat anak muda di kota Indiana. Dan beberapa lagu buat pacar ato teman wanita masing2 personil yaitu "My Michelle", "You're Crazy" dan "Rocket Queen". Lagu "Sweet Child O Mine" menceritakan kisah tentang sang kekasih Axl Rose, lagu "Paradise City" ini ada unsur musik Synthesizer-nya dan terinspirasi dari lagu Hanoi Rocks yg berjudul "Lost in the City".

Lagu ini tercipta dari candaan personil GNR saat mereka lagi nongkrong di belakang mobil. Lagu "Nightrain" ini awalnya idenya Slash dan Izzy lalu judulnya terinspirasi dari botol minuman yg bernama Night Train. Vokalis Kiss yaitu Paul Stanley menyindir kalo lagu "Nightrain" mirip sama lagu2 Kiss. Lagu "Welcome to the Jungle" ini terinspirasi dari seorang gelandangan yg keluar dari bis dan gelandangan itu terlihat ketakutan hingga mengatakan "You know where you are? You're in the jungle baby, you're gonna die". Disitulah Axl Rose menemukan ide itu bersama temannya saat jalan2 ke New York.

Awal perilisan album ini kurang begitu sukses yaitu selama sebulan diurutan 182 di Billboard 200 dan juga disertai banyak kritikan karena lagu2 ini banyak menceritakan ttg "Sex, Drugs & Rock n Roll". Saat lagu pertamanya yaitu "Welcome to the Jungle" dirilis masih kurang bisa mengangkat penjualan album ini. Dan kesuksesan terjadi setahun kemudian saat single "Sweet Child O'Mine" dirilis langsung meledak dipasaran. Lewat lagu "Sweet Child O'Mine" inilah para penggemar musik Rock mulai tertuju kepada GNR. Lagu2 di album ini pun akhirnya banyak yg ikutan terkenal dan kepopuleran Bon Jovi saat itu perlahan-lahan mulai digeser oleh GNR.

Album ini adalah album paling sukses dalam sepanjang karir GNR yg terjual sekitar 35 juta keping dan ini adalah prestasi yg sangat luar biasa dgn membawa nama GNR menjadi band Rock paling sukses dan namanya dipastikan akan melegenda dgn suksesnya album ini. Judul dan salah satu gambar di album ini terinspirasi dari lukisan Robert Williams yg judulnya sama. Dan gambar di cover album ini memberikan simbol tentang perlawanan tentang perkembangan teknologi yg dianggap memperkosa ato mencemari lingkungan di dunia ini.

Personil : Axl Rose (Vokalis), Slash (Gitaris), Izzy Stradlin (Gitaris), Duff McKagan (Bassis) dan Steven Adler (Drummer)

Tracklist :

Side A
1. Welcome to the Jungle
2. It's So Easy
3. Nightrain
4. Out ta Get Me
5. Mr. Brownstone
6. Paradise City

Side B
1. My Michelle
2. Think About You
3. Sweet Child O'Mine
4. You're Crazy
5. Anything Goes
6. Rocket Queen

20 July 2015

Duff McKagan dan Di Tepian Jurang Kematian

Duff McKagan dan Di Tepian Jurang Kematian

Pesawat pribadi, lautan minuman keras, bergunung-gunung narkoba dan dikelilingi wanita-wanita cantik selama 12 tahun bermain bass bersama Guns N’ Roses, hidupnya dipenuhi mimpi tentang Rock N’ Roll. Ketika rambutnya sudah mulai rontok, jari-jarinya mulai berdarah ketika bermain bass dan segala sesuatunya berubah menjadi mimpi buruk. Dia hampir tidak bisa bertahan, dia menceritakan kehidupannya tersebut dalam autobiografi terbarunya, dia menceritakan bagaimana dia di tepian kehidupan yang sudah terlalu dekat dengan kematian.

Majalah Maxim edisi Oktober 2011 mencuplik beberapa kisah Duff McKagan  sebagai berikut :

Saya banyak mengenal teman-teman sesama pecandu narkoba, banyak diantara mereka yang telah tewas karenanya atau hidup dalam kesengsaraan dalam hari-harinya. Tapi diantara teman-teman saya juga banyak yang bersih dan bermain musik dengan indah dan tentu masa depan mereka akan lebih terarah dengan ini. Saya tidak pernah menetapkan atau merencanakan untuk menjadi seorang pecandu narkoba atau alkoholik. Beberapa diantara kami yang dulu sebagai pecandu narkoba bisa bersih dan kembali hidup normal, namun jangan lupa bahwa perjuangan itu terlalu berat dan banyak yang tidak pernah bisa terlepas.

Ketika Guns N’ Roses menjadi terkenal di seluruh dunia, saat itu pula nama saya terkenal sebagai raja Vodka. Saya ingat pada tahun 1988 saat sebuah konser MTV, Axl Rose mengenalkan saya kepada public sebagai Duff “the King of Beers” McKagan. Segera setelah itu sebuah perusahaan produksi film animasi kartun menanyakan kepada saya apakah mereka bisa menggunakan nama “Duff” untuk sebuah merek bir dalam film kartun tersebut. Saya tertawa terbahak-bahak dan berkata tentu saja, tidak ada masalah. Semuanya terdengar seperti proyek murahan maksud saya begitu mudahnya nama saya muncul dikartun tersebut. Saya sedikit tahu tentang The Simpson dan bahwa dalam beberapa tahun saya akan membawa gelas dan botol bir dimanapun kami tur.

Hari-hari dalam tur konser kami saat itu diikuti oleh kru yang sangat minim, tanpa pesawat pribadi dan semua itu demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Saat itu memang sangat berbeda ketika kami menghabiskan 28 bulan dalam 1991-1993 Use Your Illusion Tour yang membawa lebih dari 100 staf crew. Kami tidak hanya membawa penyanyi latar perempuan, pemain seksofon, dan pemain keyboard tambahan, tetapi kami juga membawa tukang pijat professional, seorang pelatih vocal, seorang seniman tato dan orang-orang yang membersihkan panggung. Setiap orang dari kami memiliki sopir dan pengawal. Malam setelah konser kami biasanya berpesta, kadang dengan perjudian.

Mengingat apa yang saya lihat,. Reputasi untuk minum tidak tampak seperti masalah besar. Tapi dengan tur Use Your Illusion, asupan saya telah mencapai proporsi terlalu berlebihan. Untuk tur GNR disewa pesawat pribadi. Itu bukan sebuah jet eksekutif, dengan lounge dan kamar tidur pribadi untuk anggota band.

Tidak jelas lagi apakah saya termasuk orang yang bisa bereksperimen (dengan narkoba) di masa mudanya dan berhasil hidup bersih saat ini.

Setiap hari Aku memastikan aku punya botol vodka di samping tempat tidurku ketika aku terbangun. Aku mencoba untuk berhenti minum pada tahun 1992, tapi mulai lagi dengan sepenuh hati setelah hanya beberapa minggu. Aku hanya tidak bisa berhenti, aku sudah terlalu parah kecanduan. Rambut saya mulai rontok, dan ginjal saya sakit ketika saya marah. Kulit di tangan dan kaki pecah-pecah, dan aku telah berbisul di wajah dan leherku. Aku harus memakai perban di bawah sarung tangan saya ketika bermain bass.

Ada banyak cara yang berbeda untuk keluar dari situasi seperti itu. Beberapa orang langsung pergi ke rehabilitasi, beberapa pergi ke tempat ibadah. Banyak diantara mereka yang memilih mati dan mengakhiri hidupnya.

Sepanjang tur Use Your Illusion, Aku telah merekam lagu-lagu sendiri,bekerja ke studio sana-sini. Proyek ini saya lakukan demi membunuh dan menghabiskan waktu saya daripada waktu saya habis bersama vodka, aku bahkan benar-benar tahu bahwa lagu-lagu saya tersebut akan digunakan suatu saat nanti atau tidak.

Saya telah menjadwalkan tur solo yang akan dimulai segera setelah tur GN’R  di dua pertunjukan terakhir di Buenos Aires, Argentina pada Juli 1993. Penampilan tur solo pertama saya di San Fransisco, LA dan New York dan kemudian menjadi pembuka untuk konser Scorpion di Eropa dan Inggris.

Axl  tahu bahwa saya akan merencanakan beberapa tur solo lagi, kemudian dia menelponku, “Apakah kamu sinting? Kamu seharusnya tidak melakukan itu.” Dia memarahiku.

“Itu yang saya lakukan,” kataku. “Saya bermain musik.”

Saya juga tahu bahwa jika aku tinggal di rumah saja tanpa melakukan apapun itu mungkin akan membuatku terperangkap lebih jauh ke narkoba. Saya hanya ingin keluar di jalan bersama teman-teman punk rock saya di Settle dan saya mempunyai kesempatan untuk melakukan tur bersama.

Tapi Axl benar. Sebelum tur pertama saya di San Francisco, maka istri saya Linda masuk ke belakang panggung dan berkelahi dengan gadis lain hingga kehilangan gigi. Darah terciprat mana-mana.

Aku melakukan tur  yang direncanakan sampai Desember 1993. Masih ada semangat untuk semua penonton, terutama di Eropa. Para penonton  tahu lagu-lagu saya dan bernyanyi bersama. Saat itu saya juga beralih dari Vodka ke Wine.

Tampaknya dengan beralih dari Vodka ke Wine terasa lebih baik, tetapi volume wine cepat melonjak sampai aku minum 10 botol sehari. Aku mulai mendapatkan dampak buruk dari wine, aku mulai mulas, tidak doyan makan, tapi tubuhku sangat membengkak, pipiku terasa lebih besar <tembem>, dan tubuhku merasa tak enak. </tembem>

(Untuk melihat perubahan tubuh Duff ini silakan download video-video konser GNR pada tahun 1993, maka wajah Duff terlihat lebih tembem, dengan rambut yang dipotong lebih pendek daripada tahun 1992).

Pada tanggal 31 Maret 1994, saya pergi ke LAX untuk melakukan penerbangan dari LA ke Seattle. Kurt Cobain sedang menunggu untuk mengambil penerbangan yang sama. Kami mulai berbicara. Dia baru saja keluar dari fasilitas rehabilitasi. Kami berdua kacau. Kami akhirnya mendapatkan kursi di samping satu sama lain dan berbicara sepanjang jalan, tapi kami tidak menyelidiki hal-hal tertentu. Aku berada di dalam dunia neraka saya, ia pun sama halnya denganku keadaannya, dan kami berdua sepertinya mengerti.

Ketika kami tiba dan pergi menuju pengambilan bagasi, pikiran itu terlintas di benakku untuk mengundang dia ke tempat saya. Saya merasa ia kesepian dan sendirian malam itu. Begitu juga denganku yang sama keadaannya dengannya. Tapi ada banyak orang terburu-buru menyerbu saya dan Kurt di Bandara. Aku berada di sebuah band rock besar, dia berada di sebuah band besar. Akhirnya kami bisa lepas dari kejaran mereka. Saya kehilangan pikiran saya sejenak,dan Kurt menyelinap keluar untuk menunggu limo.

Beberapa hari kemudian manajer saya menelepon, memberi tahu Kurt Cobain ditemukan tewas di rumahnya Seattle setelah menembakkan pistol ke kepalanya. Aku malu untuk mengatakan bahwa setelah mendengar berita yang saya hanya merasa mati rasa. Saya tidak mengangkat telepon lagi dan segera menelepon Dave Grohl dan Krist Novoselic.

Saya pikir belasungkawa saya tidak akan berarti pula, Karena beberapa tahun sebelumnya Guns N’ Roses dan Nirvana masuk dalam penghargaan MTV Music Award dan di belakang panggung  dalam keadaan mabuk saya saling mengecam kepada Krist Novoselic (Bassis Nirvana).  Setelah Kurt tewas, Aku merasa begitu rendah. Sekarang aku merasa lebih rendah masih,menatap telepon, tidak mampu menelepon untuk meminta maaf atas insiden sebelumnya dan untuk memberikan rasa simpati saya untuk kehilangan Kurt.

Pada pagi hari 10 Mei, aku terbangun di tempat tidur baru saya dengan rasa sakit yang perih di perut saya. Sakit bukan hal baru bagi saya, Tapi ini berbeda  Rasa sakit ini tak terbayangkan, seperti seseorang mengambil pisau tumpul dan memukulkannya di perut saya. Rasa sakit itu begitu kuat sampai saya tidak bisa bahkan sampai ke tepi tempat tidur untuk menghubungi 911. Aku beku dalam kesakitan dan ketakutan, merintih.

Tak pernah sebelumnya dalam hidupku, aku ingin seseorang untuk membunuh saya, agar saya terlepas dari penderitaan ini.

Lalu aku mendengar Andy, sahabatku sejak kecil, datang di pintu belakang. Ia menyebut, “Hei, ada apa,” Andy berada di lantai bawah dan aku di kamar lantai atas. Aku ingin menjawab. Tapi aku tidak mampu. Aku mendengar dia mulai menaiki tangga.

“Oh, sialan, itu akhirnya terjadi,”  katanya ketika ia tiba di kamar saya.

Aku bersyukur punya teman di sana. Hal itu menghibur untuk berpikir saya akan mati di depan Andy. Tapi ia punya gagasan lain. Dia mengusap beberapa keringat saya dan mulai mencoba untuk menggerakkan saya. Dia pasti merasakan sentakan adrenalin-jika dia tidak ada cara bisa membawa 200 pon berat tubuh membengkak mati saya jika saya mati di depan dia. Saat ia membawaku menuruni tangga dan masuk ke mobilnya, rasa sakit, membakar menusuk dalam usus saya menyebar lebih lanjut ke paha depan saya dan sekitar untuk punggung bagian bawah. Saya ingin mati.

Aku punya Dokter  pribadi yang tinggal hanya dua blok jauhnya dari rumahku, sehingga Andy membawa saya ke sana. dokter Brad Thomas mulai memeriksa saya, saya disuntik Demerol, rasa sakit saya terus menyebar, dan aku mulai panik. Aku mengerang saat semangat saya untuk hidup mulai memudar.

.

Mereka memutuskan untuk buru-buru membawaku ke UGD di Northwest Hospital. DokterThomas mengatakan Andy untuk membawa saya dengan mobilnya karena akan lebih cepat daripada harus menunggu ambulans. Andy mengemudikan mobil secepat mungkin sedangkan saya mengerang di sepanjang perjalanan mehahan sakit.

Ketika mereka menempatkan infus morfin ke lengan kiri saya di rumah sakit, staf di rumah sakit menanyakan beberapa pertanyaan ke saya, namun saya tidak bisa menjawabnya karena saya sedang menahan sakit yang amat sangat. Andy yang kemudian menjawab semua pertanyaan itu, tentang nama, umur dan perilaku buruk saya meminum vodka.

Dokter Thomas dan teknisi berlari dan segera menscanner organ saya, dan saya melihat wajah dokter dia berkata bahwa Pankreas, yang membengkak seukuran bola sepakbola yang diakibatkan dari semua minuman keras, telah pecah. Aku telah berada di kondisi stadium tingkat tiga kerusakan pancreas.

Seorang ahli bedah dengan kacamata tebal melakukan operasi. Mereka harus mengambil bagian atas dari pankreas dan memotongnya.

———————–

Penutup

Ketika Duff sudah sembuh, dia diancam oleh dokter pribadinya yang berkata, “Silakan anda berpesta Vodka sekali lagi, maka anda akan segera tewas.”   Duff tampaknya mengerti, dan dia sungguh tidak mau nasibnya akan berakhir tragis entah bunuh diri  seperti Kurt Cobain atau overdosis seperti kawan-kawan lamanya dahulu. Kematian Kurt sebelumnya sedikit banyak mempengaruhi Duff untuk lebih takut mati.

Setelah Duff sembuh dari pancreas yang pecah, duff segera kuliah selama dua tahun di SeattleUniversity dan mendapatkan gelar di bidang keuangan.  Duff juga sering mengisi kolom rubric keuangan di Seatlle Weekly.

Buku autobiografi ini ditulis Duff sejak ulang tahun putrinya yang ke-13, dan mulai diedarkan pada pertengahan tahun ini. Buku ini melengkapi koleksi kisah hidup mantan personel GNR lainnya yaitu Slash yang sudah menerbitkan kisah hidupnya dan baru-baru ini Steven Adler juga menerbitkan kisahnya lewat  “My Appetite for Destruction: Sex, and Drugs, and Guns N’ Roses”, yang dirilis pada Juli 2010 yang lalu.

Semua kisah mereka pada intinya sama, yaitu bercerita tentang kisah sukses dan penderitaan mereka dengan narkoba. Mereka pasti berharap agar para generasi muda tidak akan terjerumus kepada narkoba, hal yang membuat mereka pernah sengsara dan hampir mati. Tidak banyak diantara para musisi yang dulu seorang junkies berat dan alkoholik berat bisa lepas dan bersih dari itu, banyak pula diantara mereka yang gagal dan akhirnya tewas.

Kisah mereka membuka mata kita, dan saya teringat akan kata bijak dari HG Bohn,  “Orang bijak akan belajar dari kesalahan orang lain, namun orang bodoh belajar dari kesalahannya sendiri.”  Mereka telah berbuat kesalahan dalam hidupnya, kita bisa belajar dari mereka tanpa harus pernah berbuat kesalahan itu, bukankah kata bijak berkata, “Pengalaman itu adalah guru paling buruk, karena memberikan ujian sebelum pelajaran dimulai.”   Dan kita pun bisa belajar dari pengalaman orang lain, tanpa harus pernah mengalaminya sendiri.

Ya, semoga generasi muda yang ngefans sama mereka tak perlu meniru hal-hal negative yang mereka pernah alami.

RESENSI BUKU: Band yang Dilupakan Waktu ; Biografi Lengkap Guns N’ Roses

RESENSI BUKU: Band yang Dilupakan Waktu ; Biografi Lengkap Guns N’ Roses

RESENSI BUKU

Judul Asli                            :  The Band That Time Forgot ; the complete unauthorized Biography of Guns N’ Roses.

Judul Versi Indonesia    :  Band yang Dilupakan Waktu ; Biografi Lengkap Guns N’ Roses.

Pengarang                          :  Paul Stenning

Penerbit Asli                     :  A Chrome Dreams Publication, UK, 2004

Penerbit Versi Terjemahan Indonesia   :  Penerbit Jalasutra (Ayyana), Yogyakarta, 2009

Buku setebal 324 halaman ini menceritakan perjalanan hidup GNR, perjalanan hidup band yang mendapat julukan “Band Paling Berbahaya di Dunia”, suatu julukan yang muncul dari personel GNR sendiri dan telah menjadi julukan umum bagi band itu semasa akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Tidak banyak band rock pada masa 1987 dengan satu album debut dan langsung sangat terkenal dengan cepat dan sejak album tersebut dirilis GNR menjadi salah satu band terbesar di dunia. Kontoversi mengenai cover sampul album Appetite For Destruction (AFD) justru mengangkat popularitas album ini. Awalnya sampul album pertama ini bergambar adegan penganiayan robotic, setelah berbagai kecaman maka berganti menjadi logo salib milik para anggota band yang disensor. Inilah awal mulai GNR menjadi sangat terkenal, dan album AFD menjadi album paling fenomenal GNR.

Berbagai peristiwa yang diceritakan dalam buku ini diambil dari berbagai kutipan wawancara oleh para anggota Gunners dan orang-orang di sekitarnya. Buku ini juga bisa dibilang 90% bercerita tentang Axl Rose, dalam buku ini dibahas masa kecil Axl dengan ayah tirinya yang suka menganiaya, hingga akhirnya Axl baru sadar pada umur belasan tahun yang sebelumnya ia mengira bahwa ayah kandungnya telah meninggal dunia ternyata masih hidup.

Bab awal buku ini banyak bercerita tentang awal terbentuknya GNR, mulai dari jaman Hollywood Rose dan LA Guns. Perjalanan Izzy dan Axl hingga menemukan Slash dan Steven Adler, kemudian Duff Mc Kagan, lima orang inilah yang kemudian disebut sebagai “The Original Guns”.

Kehidupan Axl yang kejam semasa kecil ternyata mempengaruhi perilaku dia sampai saat ini, setidaknya Axl pernah diperiksa ahli-ahli psikologi dan sifat Axl memang sebuah pemberontakan dari penganiayaan ayah tirinya. Kondisi kejiwaan Axl yang terguncang dapat divisualisasikan dalam video Welcome to The Jungle, saat Axl berada dalam kursi listrik.

Slash sang gitaris yang dianggap Axl sebagai “Raja Bir”, Steven Adler yang dianggap Axl sebagai “Pengguna Mariyuana paling besar yang pernah saya kenal”, Duff Mc Kagan yang faktanya meminum dua setengah gallon vodka dan menghisap seperdelapan ons kokain per-hari dan Izzy  teman semasa kanak-kanak Axl yang merupakan satu-satunya anggota GNR yang lulus dari College. Kelima orang itu adalah kekuatan yang hebat, dan uniknya pada masa itu GNR dapat menghasilkan keajaiban hanya dari ujung-ujung jari seorang anggotanya. Misalnya saja pada masa itu ada band Motley Crue yang tidak memiliki keunikan seperti itu, mereka adalah tandem empat orang dalam satu band dan kurang begitu diterima tanpa Vince Neil, terbukti bahwa kimia mereka mengandalkan perpaduan empat anggota orisinil. Sedangkan bagi Guns N’ Roses, mereka mudah menghasilkan lagu-lagu hebat hanya dengan mengandalkan Izzy atau Duff untuk bernyanyi. Dan ketika semua anggota-aggota orisinil band mulai keluar dan dipecat sampai hanya tersisa Axl, kimia tersebut tetap ada.

Kehidupan GNR penuh dengan narkotika, seks dan alcohol. Sempat suatu ketika GNR mengadakan tur bersama Aerosmith yang pada masa itu telah dinyatakan bersih dari narkoba dan alcohol. GNR sangat hormat kepada Aerosmith yang dianggap sebagai senior. Dalam perjalanan bersama Aerosmith inilah para anggota GNR akan segan memakai narkotika dan minum alcohol selama bersama mereka ada Aerosmith. Adalah Joe Perry dan Steven Tyler yang seakan-akan “melarang” penggunaan narkoba dan alcohol bagi personel GNR. Kejadian lucu diungkapkan ketika Slash harus meminum Jack Daniels-nya dengan sebuah mangkuk agar tidak ketahuan Steven Tyler.

Dalam bagian ini, buku bercerita tentang masing-masing lagu yang ada di album AFD. AFD menjadi album yang mampu menghantarkan GNR tur keliling dunia, bahkan pada masa itu GNR bisa bermain di Australia, suatu hal yang sangat fantastis pada masa itu untuk sebuah band yang baru menelurkan satu album.

Tur yang sangat padat dijalani pada tahun 1987 – 1988 membuat para penggemar mulai menagih sebuah album baru untuk menambah materi lagu-lagu GNR. Pihak GNR, terutama Axl mengungkapkan bahwa mereka berencana membuat album hebat awal tahun 1990, namun untuk memuaskan hasrat para penggemar dirilislah sebuah album mini yang beberapa lagu di dalamnya diambil dari lagu-lagu lama milik band lain seperti Rose Tatto dalam lagu Nice Boy, dan lagunya Aerosmith, Mama Kin. Album yang awalnya dimaksudkan untuk mengisi “kekosongan” jeda ini ternyata mendapat sambutan yang hebat dari penggemar, mungkin karena album ini memuat lagu seperti Patience yang menjadi lagu slow dari GNR yang merupakan salah satu lagu terbaik GNR dengan siulan Axl yang indah dan mudah diingat lagu itu seakan menjadi magnet untuk penjualan album “GN’R Lies” tersebut.

GNR kembali sukses dengan double album Use Your Illusions, dalam era ini Steven Adler sang drummer dipecat gara-gara sering bolak-balik panti rehabilitasi, posisinya digantikan drummer dari The Cult, Matt Sorum. Masuk pula anggota keenam GNR yaitu Dizzy Reed (Keyboard), yang dikemudian hari Dizzy menjadi satu-satunya personel yang bertahan menemani Axl Rose.

Perjalanan Use Your Illusions Tour diceritakan di sini, sebelum sampai album dirilis konser keliling dunia itu mencatat rekor dengan penampilan live terbanyak sebagai band rock waktu itu (entahlah sekarang rekor itu sudah terpecahkan atau belum) dimulai 24 Mei 1991 – 17 Juli 1993, dengan 192 show.

Kerusuhan terjadi di Riverport Amphitheatre,  St. Louis, Missouri, tahun 1991. sebuah kerusuhan yang dikobarkan oleh pemimpin suatu genk sepeda motor. Stump, dari The Saddle Tramps, mengganggu penggemar di baris depan. Axl meminta para petugas keamanan untuk menyingkirkan orang itu. Tetapi karena para petugas keamanan adalah teman geng sepeda motor tersebut, maka mereka menolak permintaan Axl. Genk itu kemudian menghalau Axl dengan mengayunkan kamera. Axl sekali lagi meminta petugas keamanan untuk mengekstradisi sang pengendara motor, sekali lagi petugas keamanan menolak permintaan Axl. Axl langsung menangani sendiri masalah itu, ketika lagu Rocket Queen sedang ditampilkan, Axl melompat kea rah kerumunan penonton untuk menghadapi sang pengendara motor. GNR keluar panggung, tetapi sebenarnya GNR ingin kembali ke panggung meneruskan beberapa lagu tersisa, tapi keadaan semakin memburuk, benda-benda dilempar ke panggung, semua sound, amplifier, piano milik Axl, perlengkapan video dan peralatan drum hancur.   Beberapa penonton cidera, dan beberapa pihak keamanan cidera parah, pihak GNR mengalami kerugian dalam peristiwa ini yang menyebabkan tiga pertunjukan lain ditunda. (lihatlah peristiwa ini dengan search di youtube “Guns N’ Roses – Live in St.Louis 1991 – Rocket Queen” / “Guns N’ Roses – St.Louis Incident 1991”)

Dampak dari kerusuhan ini tidak hanya kerugian, tapi awal mula dari perpecahan di tubuh GNR. Adalah Izzy Stradlin yang muak dengan reaksi Axl di atas panggung. Inilah awal mula perpecahan antara Axl dan Izzy, hingga 31 Agustus 1991 di Wembley Stadium London, adalah konser terakhir Izzy sebagai anggota GNR. Izzy “dipecat” oleh Axl (secara resmi Izzy mengundurkan diri dan menggarap proyek solo album), mengecilkan semua peranan Izzy dalam banyak lagu yang diciptakannya. Secara resmi memang Izzy yang menyatakan mengundurkan diri, tapi dalam pengakuan Izzy, dia telah ditekan Axl. Axl berkomentar bahwa Izzy telah memainkan kekuasaan (GNR adalah band dengan pendiri utama Izzy dan Axl, dua orang ini juga pencipta lagu terbanyak di GNR).

Setelah album itu, GNR nyaris berpesta pora dengan keuntungan yang ada, hingga melupakan pembentukan materi untuk sebuah album berikutnya. Kemudian November 1993 dirilis album Cover Version yang berisi lagu-lagu dari band pujaan masing-masing personel. Album ini tidak laku, setidaknya bila diukur dan dibandingkan dengan album-album sebelumnya.

GNR berencana membuat Album besar yang kemudian diberi judul “Chinese Democracy”, begitu rumitnya perencanaan album ini hingga tahun 1996 Slash keluar, dan Duff keluar akhir 1997. Matt Sorum dan Gilby dipecat (Gilby sempat menuntut pihak GNR dalam hal financial).

Slash mengumpulkan Matt, Duff dan Izzy untuk mengambil alih nama GNR, tapi gagal dan akhirnya Slash bersama Duff dan Matt membentuk Velvet Revolver.

Kehidupan Axl terasing, penampilan live terakhir dari Axl adalah ketika bernyanyi dengan Bruce Springsteen di Upacara Peresmian 1994 Rock N’ Roll Hall of Fame di Waldrof Astroria Hotel, New York. Menyanyikan lagu Come Together. Tidak dapat dipercaya bahwa Axl Rose membutuhkan waktu enam tahun untuk tampil di panggung publik dalam jenis apapun. Jelas sorotan media selama bertahun-tahun membuat dia merasa lebih suka jauh dari perhatian publik.

Axl muncul kembali pada bulan Juni 2000 di Cat Club West Hollywood dengan house band The Starfuckers yang merupakan band yang dipimpin oleh mantan gitaris mereka, Gilby Clarke. Penampilan live pertama sejak tahun 1994 itu dia menyanyikan tanpa persiapan dua lagu Rolling Stone, Wild Horse dan Dead Flower.

Setelah itu Axl bersama formasi baru GNR sering muncul di publik dan muncul di MTV pada tahun 2002 menyanyikan gabungan lagu Welcome to The Jungle, Madagascar dan Paradise City. Konser Chinese Democracy World Tour telah dimulai dari 1 Januari 2001 dan sampai sekarang masing terus berlangsung  (setidaknya ini akan memecahkan rekor sebagai tour terlama di dunia??), banyak personel yang silih berganti dalam formasi Chinese Democracy ini.

Buku ini dalam bab akhir hanya berandai bahwa GNR akan kembali untuk menghentak dunia rock, dan berharap agar Chinese Democracy akan benar-benar dirilis.

Kritik terhadap buku ini

Buku ini hanya mengandalkan kumpulan wawancara dari personel-personel GNR, penulis mengungkapkan bahwa Axl pun bahkan tidak tahu bahwa ada buku ini yang telah diterbitkan. Penulis hanya melakukan wawancara yang lebih mendalam kepada mantan drummer Steven Adler, dan sisanya hanya cuplikan wawancara dari berbagai tahun.

Buku ini tidak disusun berdasarkan kerangka kronologis, beberapa kejadian dan cuplikan wawancara tidak disertai dengan tanggal atau kapan waktunya. Padahal, tanggal, atau setidaknya bulan sangat menentukan segi historisnya. Kejadian kerusuhan di St.Louis tidak disertai dengan tanggal dan bulan kejadian, pembaca harus repot-repot menengok jadwal konser yang terinci di bab akhir, benar-benar tidak cocok disebut sebagai buku sejarah, Karena buku sejarah selalu menunjukkan waktu kejadian, bukan hanya apa saja kejadian yang terjadi dan dampak yang ditimbulkan. itulah apa yang terjadi dalam buku ini.

Buku ini diterbitkan oleh penerbit pusat tahun 2004, artinya pada tahun ini album Chinese Democracy masih dalam proses penyempurnaan dan belum dirilis. Hingga akhirnya buku ini hanya bisa berandai-andai dan sempat pesimis bahwa Chinese Democracy bisa benar-benar dirilis.

Chinese Democracy akhirnya dirilis tanggal 23 November 2008, dengan banyak penundaan sebelumnya. Chinese Democracy  dilarang beredar di daratan China karena muatan lagu dalam album ini yaitu lagu Chinese Democracy menulis kekejaman pihak komunis terhadap golongan Falun Gong. GNR disensor oleh Pemerintah Cina, situs-situs resmi GNR diblok dan pengguna internet tidak bisa mengakses berita apapun mengenai GNR.

Chinese Democracy adalah akhir dari penantian panjang, yang menghidupkan kembali band yang sempat mati suri ini, walaupun hanya tersisa Axl Rose seorang tapi warna music GNR sekarang ini jauh lebih bervariatif ketimbang album-album pendahulunya. Tak heran mengapa Axl membutuhkan waktu lebih dari 14 tahun untuk proyek album ini. (lihat lagu 14 years dalam album Use Your Illusions 2)

Guns N’ Roses dengan hitsnya antara lain : Welcome to The Jungle, Sweet Child O’ Mine, Paradise City (Appetite For Destruction – 1987) ;  Patience (GN’R Lies – 1989) ; Don’t Cry, November Rain, Estranged, You Could Be Mine (Use Your Illusions – 1991) ; Since I Don’t Have You (The Spaghetti Incident – 1993) ; Oh My God (Single 1999) ; Street Of Dreams, Chinese Democracy, There Was A Time (Chinese Democracy – 2008).

Dipecatnya Matt Sorum & Hengkangnya Duff McKagan dari Guns N' Roses

Dipecatnya Matt Sorum & Hengkangnya Duff McKagan dari Guns N' Roses

Setahun setelah Slash meninggalkan Guns N’ Roses pada tahun 1996, band yang pernah mendapat julukan sebagai band paling berbahaya sedunia itu belum menemukan pengganti sang gitaris. Hanya Paul Huge satu2nya gitaris di Guns dan belum ada kemajuan yang berarti tentang album baru mereka.

Suatu malam, para personil GN’R sedang berkumpul di studio. Di tengah2 pembicaraan mereka, Paul Huge mengatakan dia baru saja menonton penampilan Slash bersama bandnya, Slash’s Snakepit di David Letterman Show dan menurut penilaian Paul band itu payah, baik penampilan maupun lagunya. Mendengar itu, Matt yang bersahabat dengan Slash spontan membantah “ Dengar bung. Ketika aku duduk dalam ruangan ini, aku sangat menghargai jika kamu tidak mengatakan hal2 yang buruk tentang Slash. Dia masih temanku. Kamu bahkan tidak layak dibandingkan dengannya. Dia jauh lebih berbakat dibandingkan kamu, jadi lebih baik tutup mulutmu.”

Hubungan Matt dengan Slash memang cukup dekat, bahkan diawal pembentukan Snakepit, Matt dan Gilby Clarke ikut bergabung dalam band tersebut. Matt hanya mengisi drum pada saat rekaman, kemudian ketika Snakepit akan melakukan tur, dia tidak bisa bergabung karena pihak managemen Guns N’ Roses memintanya kembali fokus ke Guns. Konon Geffen Records juga sempat menarik dukungan finansialnya ke Snakepit agar Slash tidak melanjutkan tur dan kembali ke studio untuk mengerjakan album baru Guns. 

Melihat pertengkaran antara Matt dan Paul, Axl yang tidak suka dengan Slash, tentu membela Paul. Tapi Matt tidak mau kalah, dia justru berbalik menyerang Axl, “Kamu tau apa, bung? Kamu sedang menghisap ganja kalau kamu berpikir bahwa tanpa Slash, band ini tetap Guns N’ Roses.  Kamu akan  menyanyikan Sweet Child o’ Mine dengan Paul Fucking Huge? Sorry bung, itu tidak akan bagus. Memainkan Welcome to The Jungle tanpa Slash?” Axl memotong “Akulah Guns N’ Roses, aku tidak butuh Slash” Matt membantah, “Tidak, kamu bukan Guns N’ Roses.” Axl dan Matt masih terlibat perdebatan sengit selama beberapa menit hingga akhirnya Axl berkata, “Baiklah, apa kamu ingin berhenti?” Matt menjawab, “Tidak, aku tidak ingin berhenti.” Axl melanjutkan dengan singkat, “Kalau begitu kamu dipecat.”

Matt meninggalkan studio dengan kesal dan Paul Huge mengikutinya sampai area parkir dan berkata, “Apa yang terjadi bung? Masuklah kembali dan minta maaf padanya.” Matt hanya berkata, “Keparat kau, Yoko. Aku pergi.” Matt memang menganggap Paul Huge seperti Yoko Ono nya Guns N’ Roses.
Sampai di rumah, Matt mengatakan pada teman2nya (Para personil band bernama Candlebox yang dia produseri dan tinggal di rumah Matt) bahwa dia dipecat. Teman2nya mengatakan bahwa Axl pasti akan menelepon Matt lagi untuk meralat keputusannya seperti yang pernah dilakukan sebelumnya. Tapi Matt yakin bahwa setelah pertengkaran sengit malam itu, Axl tidak akan meneleponnya untuk memintanya kembali ke Guns.  Dan tidak lama kemudian, dia mendapatkan surat pemberhentiannya.

Tentang pemberhentian Matt Sorum, Duff berkomentar, “Matt memang tidak pernah menjadi anggota penuh Guns N’ Roses, dia seperti duduk di kursi penolakan dan Axl bisa memecatnya sewaktu2.” Namun bagaimanapun, Duff mencoba berbicara kepada Axl bahwa seharusnya keputusan untuk memberhentikan Matt adalah keputusan kolektif, karena Guns adalah sebuah band, pemberhentian seorang personil tidak bisa ditentukan oleh Axl seorang. Tapi Axl tetap pada pendiriannya.

Ketika Slash meninggalkan Guns, tidak mudah bagi Duff menerima kenyataan bahwa teman karibnya itu tidak lagi bersamanya di band yang mereka mulai bersama. Ditambah lagi dengan dipecatnya Matt Sorum, Duff semakin merasa tidak nyaman karena kehilangan teman2 dekatnya. Semua itu membuatnya berpikir bahwa mungkin dia juga harus meninggalkan Guns. Itu hanya masalah waktu, cepat atau lambat itu pasti akan terjadi.

Selang beberapa saat setelah pemecatan Matt, Duff mengundang Axl makan malam dan Duff menyampaikan bahwa dia berhenti dari Guns, “Sudah cukup. Band ini menjadi sangat diktator sekarang dan aku tidak ingin bermain dalam band dengan kondisi seperti ini. Cari saja orang lain“ kata Duff.

Dengan dipecatnya Matt dan keluarnya Duff, saat itu hanya tinggal Axl, Dizzy dan Paul saja yang tersisa di Guns N’ Roses. “Aku tidak pernah bermain musik demi uang dan aku juga tidak berpikir untuk memulainya saat itu. Aku punya rumah dan secara finansial aku aman. Maka aku meninggalkan Guns. Itu adalah saat2 terberat dalam karirku di Guns.” Kenang Duff tentang keputusannya meninggalkan band yang membesarkan namanya itu.

17 July 2015

'Axl sebagai pemegang penuh guns n roses dan detik detik kehancuran'

'Axl sebagai pemegang penuh guns n roses dan detik detik kehancuran'

Pada 28 Juli 1995 – Duff dan Matt tampil dalam sebuah acara amal yang digelar LA club Viper Room bersama Steve Jones (the Sex Pistols) dan John Taylor (Duran Duran) dengan mengusung nama The Neurotic Outsiders.Sekitar waktu itu juga,di studio pribadi Slash,mereka pun mulai melakukan sesi latihan bersama Paul,tapi semuanya tidak berjalan mulus.Malahan Slash dan Duff terlibat bersitegang,hal yang selama ini tidak pernah terjadi.Pada akhir Agustus,Axl dan manager Doug membuat sebuah keputusan yang penting.Mereka mengirimkan draft kontrak baru via fax kepada Slash dan Duff, yang isinya Axl akan keluar dari band dan membawa nama Guns N’ Roses bersamanya. Guns N’ Roses kemudian menjadi sebuah partnership,dimana Axl bebas menentukan siapa yang bergabung,siapa yang harus keluar.Slash dan Duff pun setuju dan menandatangani kontrak tersebut.
Kontrak baru mulai berlaku pada tanggal 31 Desember 1995, Axl pun mulai bergerak dengan menata kembali The Complex studio menjadi studio rekaman Guns.Namun, hubungan Slash dan Guns semakin tidak harmonis sejak ditandatanganinya kontrak baru tersebut.Pada bulan April 1996, Slash malah tur bersama Nile Rodgers dan Chic,selama dua minggu di Jepang. Sekitar bulan Juli,Axl mencoba mendekati Slash lagi untuk kembali ke Guns,namun kali ini sebagai musisi cabutan dalam term ‘trial period’ di partnership baru Guns ini. Dan jika dalam masa trial ini Slash menunjukkan progress yang bagus, maka kontrak akan berubah menjadi kerjasama jangka panjang.Pada saat itu, Duff dan Matt bersama Neurotic Outsiders merilis debut album.
Pada bulan Agustus 1996,Gunners dijadwalkan masuk studio untuk merekam album baru,namun keadaan masih belum berpihak kepada Guns,mereka tidak pernah satu visi,dan tidak menghasilkan sesuatu yang nyata.Axl pun mulai melupakan konsep industrialnya,dia hanya ingin tetap menyenangkan Slash dan membuat album yang diinginkan Slash,album seperti Appetite For Destruction.Dari beberapa materi yang dihasilkan, Axl mengaku setidaknya yang dikerjakan Slash bersama Gunners adalah yang terbaik sejak Illusions, yang mengingatkan dia akan album Aerosmith Rocks. Di sebuah acara makan malam rahasia,Axl mencoba menerangkan kepada Slash arah yang akan ditempuh Guns ke depan, namun Slash menganggap ide itu tidak relevan dan aneh. Dan kehadiran Paul rupanya masih menjadi tembok penghalang proses kreatif antar Slash dengan Gunners. Slash hanya bertahan tiga minggu, pada akhir bulan Oktober 1996,melalui perwakilannya,dia menyatakan telah keluar dari Guns N’ Roses.Pada saat itu juga,Axl mengirimkan fax ke MTV, menyatakan bahwa Guns akan merilis album baru,dengan 12 lagu dan setidaknya ada 3 b-side.Serta,dia tidak akan menyertakan lagu yang digarap Slash,karena hanya dia yang bisa memainkan riffs dahsyat itu.

14 July 2015

Lagu-Lagu Yang Belum Pernah Dirilis Guns N’ Roses

Lagu-Lagu Yang Belum Pernah Dirilis Guns N’ Roses

Dalam kurun waktu 1986 – 1998 sekarang sudah banyak tape demo lagu yang telah diproduksi Guns N’ Roses namun belum pernah dipublikasikan atau dirilis dalam sebuah single atau album.  Pada era Appetite For Destruction misalnya ada lagu “Shadow Of Your Love” sebuah lagu jaman Hollywood Rose yang akhirnya tidak masuk seleksi pada album AFD. Apa lagi lagu-lagu lainnya yang belum pernah dirilis?  Simak berikut ini :

Era Slash :

Ain’t Goin’ Down,

Heartbreak Hotel,

Jumping Jack Flash,

Sentimental Movie,

Shadow Of Your Love,

Bring It Back Home,

Crash Diet,

Just Another Sunday,

Too Much Too Soon,

Untitled Song In Progress,

The Plague,

Cornshucker Stomp,

Cornchucker,

Down On The Street

Era New GNR :

Oklahoma
Seven
Leave Me Alone
General
Thyme
Ides of March
Silkworms

KISAH DIBALIK HENGKANGNYA IZZY STRADLIN...!!!??

KISAH DIBALIK HENGKANGNYA IZZY STRADLIN...!!!??

Izzy Stradlin keluar pada akhir tahun 1991. Keegoisan Axl, sering terlambat datang ke konser, kerusuhan di St.Louis dan rencana Axl untuk mengambil alih penuh hak nama Guns N’ Roses membuat Izzy harus keluar. Konser di Wembley Stadium London, Inggris pada 31 Agustus 1991 merupakan konser terakhirnya. Secara resmi Izzy keluar dari band 7 November 1991, tapi opininya berkata bahwa Axl yang secara tidak langsung telah mendepaknya.
“Saya merasa amat kecewa, dan saya MENYINGKIRKANNYA. Saya sebenarnya tidak begitu suka melakukannya,” Axl berkata tentang teman lamanya.
“Ada beberapa tanggung jawab bagi GNR yang Izzy tidak ingin hadapi. Pada hal-hal tertentu, sebenarnya dia tidak ingin bekerja sekeras yang telah kami lakukan. Dia baru muncul begitu kami akan naik panggung, dan dia sering kecewa ketika saya tidak datang tepat pada waktunya, bermain dan berpisah. Kadang, baru lima menit kami keluar panggung, dia pergi. Dia tidak melakukan sosialisasi dengan band ini pada level apapun. Dia memiliki masalah nyata untuk menjadi bersih dari narkoba dan berada disekitar kami. Dia tidak mampu melakukan berbagai hal yang dibutuhkan dalam Guns N’ Roses.” Ujar Axl.

Setelah Izzy Stradlin keluar, Axl benar-benar mewujudkan harapannya agar GNR dijadikan sebuah institusi. Selain band, GNR kini menjadi kelompok yang tidak dapat disentuh oleh gugatan hukum. Tidak ada anggota yang tidak dapat diganti, kecuali Axl yang telah memutuskan bahwa dirinya satu-satunya yang mampu menjalankan band tersebut secara layak.
“Saya senang kami telah mendapatkan beberapa lagu darinya dan saya senang bahwa dia pergi”, Ujar Axl.
Axl berkata lagi, “Izzy mengumpulkan anggota-anggota band yang lain dan menjadikan mereka menentang saya dengan mengatakan bahwa saya yang telah mendesak dia keluar. Dia banyak mengatakan omong kosong di belakang saya. Dia mencoba membuat suatu permainan kekuasaan dan merusak kami ketika dia keluar. Benar-benar brengsek.”
Tahun 1993, ketika Use Your Illusions Tour memasuki Eropa, Gilby Clarke mengalami cedera karena kecelakaan motor. Pihak GNR kebingungan mencari pengganti, dan ditemukan solusi paling cepat yaitu memanggil kembali Izzy Stradlin untuk mengisi kekosongan. Pilihan cepat ini dibutuhkan karena hanya Izzy yang dianggap mampu memainkan lagu-lagu GNR. Terlepas dari perseteruan dengan Axl sebelumnya, Izzy kemudian benar-benar hadir dalam konser di Eropa.
Setelah Izzy keluar, adalah ironis bahwa band tersebut pada dasarnya kembali ke akarnya dan melucuti semuanya. Mereka melupakan orchestra dan banyak penyanyi latar, dan sebaliknya berkonsentrasi kepada gitar, bass, drum dan suara Axl yang mudah menyesuaikan diri.
Amat memalukan bahwa ‘The Spaghetti Incident?’ menjadi album yang boleh dibilang diabaikan oleh fans di antara semua album GNR. Saat itu publik lebih memperhatikan album Nirvana, ‘Nevermind’ yang dirilis oleh Geffen juga. Hanya sesaat hasrat tentang musik hard rock yang menonjolkan saat-saat menyenangkan surut ketika genre ‘grunge’ yang terkesan takut mencapai kesuksesan dalam tema-tema yang lebih berkaitan dengan realitas dan kesedihan.
Hubungan Izzy dan Axl kembali membaik ketika Izzy tampil bersama Axl dengan GNR format baru. 17 Mei 2006, Izzy tampil bersama GNR menyanyikan lagu Nightrain, Think About You dan Patience. Sejak saat itu, Izzy sering tampil menjadi bintang tamu GNR dalam konser Chinese Democracy. Dalam album Chinese Democracy, Axl juga mengucapkan terima kasih kepada Izzy Stradlin, merupakan satu-satunya anggota The Original Guns yang disebut namanya dalam ‘Chinese Democracy’.
14 Years, lagu dalam album Use Your Illusions II mengingatkan kembali persahabatan Izzy dan Axl.
14 Years memang tidak secara kebetulan muncul, lagu ini mulanya diciptakan Izzy untuk 14 tahun persahabatannya dengan Axl. Axl kemudian turut serta dalam penciptaannya, sang Font Man yang bergabung dalam refrain dan jelas bahwa liriknya terutama diciptakan oleh Axl.
Mari kita lihat sedikit saja penggalan lirik lagu ”14 Years” yang terdapat pada album ”Use Your Illusions 2 (1991)”
”But it’s been, 14 Years of silence
It’s been 14 of pain
It’s been 14 Years that are gone forever
And I’ll never have again.”
(Empat belas tahun kesunyian, empat belas tahun rasa sakit. Empat belas tahun yang hilang untuk selamanya, dan tidak akan pernah kualami lagi).

⁠⁠

" Semua fans GNR pastilah ngefas dengan gitaris nan ganteng dan cool ini...siapa yang tak ingat dengan izzy....banyak hits GNR adalah buah hasil karyanya..(Don't cry,dust n'bones,nightrain,u could be mine,patient,double talkin jive,pretty tied up...dll).

Izzy meninggalkan GNR ditengah konser Guns N Roses keliling dunia....ia meninggalkan gnr begitu saja tanpa kata2...or tanpa pamit.
Ia mengaku sudah tidak tahan dengan kondisi intern GNR setelah mereka menikmati puncak ketenaran mereka,mereka bukan lah lagi sahabat yang saling mengisi satu sama lain, namun sudah berubah menjadi individu2 yg egois !!!

Dan IZZY adalah orang yang sangat benci dengan ketenaran,kamera,pers,dan orang2 yang mengusik kehidupan pribadinya.

Padahal saat itu GNR merupakan band yang sedang dalam puncak ketenarannya dan paling berbahaya di MUKA BUMI...karena mereka menciptakan pola fikir, dan tingkah laku yang sngat2 berbaya...lebih dari apa yang pernah THE BEATLES lakukan dulu.
gaya hidup mereka itu sudah melebihi batas...MABUK,DRUGS,FREE SEX,BERTENGKAR,BERTINGKAH SEPERTI PRESIDEN AS (axl)...."ingat kejadian GNR konser di St.Louis..dimana axl dan slash mabuk berat..hingga mereka berdua gak konsen dalam bernyanyi dan bermain gitar,terlihat izzy hanya bisa memandang sinis kedua rekannya tsb.

dimana saat akhir konser saat mereka memainkan rocket queen axl berlari ,melompat dari atas panggung untuk menghentikan seorang fans yang sedang berusaha mengambil gambar mereka saat konser,dan bukan hanya itu axl pun memukul dan merampas dengan paksa.

Izzy sadar bahwa prilaku ke4 kawannya sudah kelewat batas, oleh sebab itu ia memutuskan cabut tanpa pamit dari GNR...padahal untuk semuanya ia bisa dapatkan dari gnr saat itu...dan cabutnya Izzy adalah awal dari kisah bubarnya GNR...karena setelah izzy cabut, satu persatu personilnya mulai tak akur..konon Axl sempat menelpon izzy..mereka bicara berjam2, dan axl sampai menangis merayu IZZY untuk mengurungkan niatnya tuk pergi dari GNR, diketahui bhwa IZZY adalah orang yang sangat dekat dengan AXL...kasarnya yang tahu axl itu izzy,dan begitu pun sebaliknya.

Hingga sampai AXL memberikan kriteria pengganti yang harus bisa serupa/semirip IZZY...dari segi tampang dan permainan..hingga masuklah GILBY...itupun AXL kurang suka dengan gilby, katanya seh karena gilby temenya slash.

Dan ternyata setelah GNR dipuncak popularitasnya terlihat axl dan slash slalu berbeda pendapat tentang keinginan mereka menjadi leader GNR.
dan orang yang sanggup membuat reda mereka berdua adalah IZZY !!!!???

12 July 2015

SANG PUNGGAWA LINTAS PERSONEL

SANG PUNGGAWA LINTAS PERSONEL

Axl sebagai punggawa ditubuh GNR, selalu mempunyai cara untuk selalu mengondisikan personelnya.
ia akan dgn cepat mengatasi setiap persoalan yg timbul dan menyebabkan buruknya reputasi brand dari bandnya@

GNR merilis album Use your illusion 1
dan Use your illusion 2, telah membuat sejarah dgn menduduki posisi 1 dan 2 di chart billboard album amerika.
2 album ini dipenuhi lagu2 yg mendorong GNR kearah berbeda, jauh lebih bersinar namanya....mereka juga trkejut ketika kritikus yg mengharapkan lagu lagu hard rock ,tapi instrumennya yg luas ' (piano,instrumen kuningan,dan berbagai efek lainnya).
dari sini bisa dilihat bahwa inovasi ialah hal yg mutlak menjadi denyut nadi para musisi rock, jika tidak mereka akan ditinggalkan penggemarnya.

Dgn demikian GNR pada garapan 2 album ini,telah memasukkan warna lain dlm brmusik...yaitu dgn memilih unsur instrumental dibeberapa lagunya,
sehingga lagu mereka lebih agung dan berat dgn distorsi seimbang dipadu efek lainnya. kesegaran musik dan penuh ide ini trnyata telah trbukti mampu mendobrak GNR,bahkan ini bisa mendahului band2 rock n roll lainnya.

Terbukti setelah menelurkan 2 album ini yg mempunyai corak musik lebih berbeda dari biasanya...akhirnya GNR bisa menggaet beberapa promotor utk mengadakan turnya dibeberapa negara, tur dalam mendongkrak album ini memang berhasil diraih dgn baik.
akan tetapi trdapat masalah baru dlm tubuh band ini,selama tur gitaris izzy keluar karna permasalahan yg bnyak menimbulkan beberapa versi.
akan tetapi kondisi ini tak brkepanjangan menghambat konsernya.

Jadi dgn kerja keras mereka,komitmen yg tinggi dan didukung latihan keras mereka,mampu membawa GNR menjadi satu2nya band yg bisa bermain sebanyak 192 pertunjukan dlm tur selama 28 bulan ..tur ini telah mencatat rekor dan diakhiri pertunjukan di Boenos Aires Argentina pada 17 juli 93.
sebuah band yg bisa melakukan konser sangat banyak dgn durasi waktu selama 28 bulan (2tahun) merupakan bukti nyata bahwa band ini sangat luar biasa energinya,sangat tangguh semangat daya juangnya,serta pantang nyerah dan tak pernah menyiakan waktu.

Tur yg demikian besar ini melelahkan tapi meraih kepuasan. GNR tak hanya menggapai popularitas didunia,akan tetapi mereka juga meraih finansial..mampu melakukan pekerjaan besar yg hanya bisa dilakukan oleh orang2 berjiwa besar pula.
setelah selesaikan tugasnya ,GNR dapat informasi kurang menyenangkan karna slash dan duff yg merupakan salah satu icon dari GNR, menjadi penampilan terakhir mereka bersama gilby dan sorum,saat bermain dipertunjukan live dengan rose...setelahnya itu hengkang satu persatu dari GNR.

Axl memang tak pernah mati dlm berkreasi brmusik, setelah sukses dgn tugas besarnya nan megah,.selanjutnya ia mulai mengerjakan sebuah album baru ditahun 93, meskipun bukan merupakan proyek besar GNR,tapi orang2 yg trlibat dlm pembuatan kreasi musik untuk albumnya ini masih orang2 lama yg biasa bekerja sama dgn Axl.

Banyak hal yg akan didapatkan dlm proses perjalanan karir secara tak trduga.hal ini terbukti pada tahun yg sama, GNR telah merekam versi cover The Rolling stones " Sympathy For Iblis" untuk sebuah film vampir.
keterlibatan didlm penggarapan musik dan film ini dapat memberikan kontribusi yg baik bagi perjalanan dan karya bermusik GNR*

My Rose The best Vocalist in The word
(Legendary)

11 July 2015

Dont cry

Dont Cry dari Guns N’ Roses menenpati urutan kedua, video yang merupakan salah satu bagian dari trilogy Use Your Illusion ini dibuat dengan tanpa pemain rhytm gitar mereka, Izzy Stradlin. Konsep video ini ditulis oleh Axl Rose dan Josh Richman, melakukan pengambilan gambar di puncak gedung tertinggi yang menggambarkan mereka sedang berada dalam puncak popularitas.

Konsep mengenai trilogy Use Your Illusion akan dijelaskan dalam tulisan beberapa waktu yang akan datang.

08 July 2015

5 Peluncuran Album Paling Inovatif yang Mengguncang Industri Musik.

5 Peluncuran Album Paling Inovatif yang Mengguncang Industri Musik.

Metrotvnews.com, Los Angeles: Peluncuran album bisa menjadi rutinitas yang monoton, dari siaran pers, sesi tanya jawab, atau peluncuran singel perdana. Di era digital ini, industri musik telah banyak berubah, begitu juga cara mempromosikan album baru.

Metode peluncuran album yang unik dan 'retweetable' (dapat diteruskan dari mulut ke mulut), tentunya lebih ampuh daripada selembar transkrip wawancara dan press release.

Berikut adalah perilisan album paling inovatif, yang merubah aturan main industri musik - mulai dari penjualan tengah malam, kejutan gratis sampai reality games.

1. Use Your Illusion I &II, Guns N' Roses (1991)

Empat tahun. Itulah waktu yang dihabiskan fans Guns N 'Roses untuk menunggu lanjutan album Appetite for Destruction (1987). Ketika GN'R akhirnya menyelesaikan album terbaru mereka pada 1991, terungkap bahwa mereka memiliki materi yang cukup untuk merilis dua album sekaligus.

Tapi bukannya merilis album Use Your Illusion sebagai satu album standar dengan 2 disc set, Axl Rose dan kawan-kawan memilih untuk merilis double album, sebagai Use Your Illusion I dan Use Your Illusion II.

Ketika diumumkan bahwa album Use Your Illusion I & II akan dirilis tepat tengah malam, Selasa 17 September 1991, penggemar tidak bisa menunggu lebih lama barang satu menit lagi untuk membelinya. Ribuan orang rela antre di toko-toko musik di seantero AS menunggu tengah malam tiba. Mereka dengan sabar berbaris di luar toko-toko musik pada Senin malam, September 16, 1991 untuk mendapatkan album terbaru GN'R.

Use Your Illusion I & II dari GN'R adalah salah satu album pertama yang dirilis tengah malam dan sukses. Los Angeles Times melaporkan pada tahun 1991, lebih dari 1.000 toko kaset di Amerika tetap buka sampai tengah malam sehingga mereka bisa segera mencapai tanggal rilis resminya, 17 September. Geffen Record memperkirakan bahwa hampir 500.000 kopi dari album Use Your Illusion telah terjual pada Selasa pagi.

2. How to Dismantle an Atomic Bomb, U2 (2004)

Pada tahun 2004, Apple belum menjadi raksasa industri musik seperti sekarang ini. IPod dan iTunes masih dalam masa pertumbuhan, dan MP3 masih belum sepopuler CD. Dalam upaya uji coba pasar digital, Apple bekerja sama dengan band terbesar di planet ini, U2.

Di 2004, Bono dan kawan-kawan siap merilis How to Dismantle an Atomic Bomb, mereka bekerja sama dengan Apple untuk iklan komersial Apple yang memanfaatkan single Vertigo. Berikutnya, Apple meluncurkan iPod edisi terbatas yang lengkap terisi dengan seluruh diskografi U2, termasuk lagu-lagu yang belum pernah dirilis, tanda tangan laser engraved dan, tentu saja, album How to Dismantle an Atomic Bomb. Satu dekade kemudian, Apple dan U2 kembali bergabung untuk merilis Songs of Innocence yang menggemparkan dunia musik.

3. Year Zero, Nine Inch Nails (2007)

Sementara peluncuran album baru yang umum dilakukan hanyalah parade siaran pers dan peluncuran singel perdana, Trent Reznor dari Nine Inch Nails mengubahnya menjadi sebuah promosi yang immersive (menenggelamkan) dan adiktif (membuat ketagihan) dengan alternatif permainan realitas.

Semuanya dimulai dari sebuah flash drive USB portabel -yang sengaja diletakkan- di sebuah toilet dekat venue konser di Lisbon, Spanyol. Nine Inch Nails (NIN) manggung di tempat tersebut malam itu, dan USB itu berisi kumpulan lagu NIN terbaru serta petunjuk yang akan membuka situs internet tentang album terbaru NIN, Year Zero.

Reznor dan pembuat game 42 Entertainment menciptakan sebuah dunia online dystopian dan alur cerita yang memukau yang membantu menyebarkan berita tentang peluncuran album Year Zero dengan cara yang amat inovatif hingga tidak ada satu pun siaran pers yang sanggup mengalahkan kehebohannya.

Game realitas alternatif Year Zero menjadi sebuah hit dunia, HBO bahkan berencana mengubahnya menjadi sebuah drama TV, walaupun rencana tersebut akhirnya tak terlaksana.

4. In Rainbows, Radiohead (2007)

Penggemar Radiohead harus menunggu selama empat tahun untuk kelanjutan album Radiohead Hail to the Thief (2003), sampai sebuah posting di situs Radiohead "Dead Air Space" yang mengejutkan seluruh fans di seluruh dunia.

"Halo semua. Nah, album baru kami telah selesai, dan akan dirilis dalam 10 hari," tulis gitaris Jonny Greenwood. "Kami menyebut album itu In Rainbows."

Setelah terbebas dari label lama mereka, Parlophone dan Capitol, inovasi Radiohead betul-betul mengejutkan industri musik dengan menawarkan album baru mereka kepada fans dengan pilihan "membayar berapapun yang Anda inginkan".

Walaupun ada bonus tambahan untuk para penggemar hardcore yang merasa 'wajib' mengeluarkan uang untuk membeli album, penggemar yang tak ingin mengeluarkan uang sepeser pun dapat men-download gratis album In Rainbows.

Ternyata uji coba ini berhasil, Radiohead mengatakan, mereka menghasilkan lebih banyak uang dari In Rainbows daripada album mereka yang lain. Ditambah lagi, ketika album In Rainbows akhirnya dicetak dalam format CD pada Januari 2008, album tersebut telah menduduki puncak Billboard 200.

5. Elephant, The White Stripes (2003)

Sebagai pentolan the White Stripes, Jack White telah berusaha keras untuk menjaga jangan sampai album barunya bocor sebelum tanggal rilisnya. Ketika the White Stripes mengirimkan promo album Elephant kepada para pengamat musik, itu hanya dalam bentuk vinyl, sehingga untuk membuat digitalisasi album secara ilegal hampir mustahil.

Sementara dengan proyek sampingannya the Raconteurs, White menyusun rencana yang lain: Mengumumkan peluncuran album kedua Consolers of the Lonely hanya seminggu sebelum album itu mulai dipajang di toko musik, tanpa memberi celah sedikitpun untuk para pengamat melontarkan kritikan pedas atau para pengunduh ilegal beraksi.

Sayangnya , Rolling Stone berhasil membongkar rencana Jack White ketika album Consolers of the Lonely mulai bermunculan dalam daftar persediaan toko musik sebelum ia resmi mengumumkannya.

The Raconteurs akhirnya mengumumkan peluncuran album beberapa hari lebih awal dari yang direncanakan, mereka juga kesal karena gagal memberi kejutan. Kekesalan ini malah ditambah manuver iTunes, yang membuat Consolers of the Lonely tersedia secara digital sebelum album itu dirilis di toko musik. Tentu saja, Jack White semakin kecewa. (Rolling Stone)